Kisah Sukses Pendiri Kopi Kenangan

Budaya minum kopi telah menjadi fenomena yang terus berkembang di Indonesia. Baik itu dari kalangan muda maupun dewasa kopi ini menjadi tren di berbagai kota. Oleh karena itu banyak pelaku usaha yang membuat kedai kopi. Nah, bagi Anda warga Jakarta tentunya Anda sudah taka sing denga nama kopi kenangan bukan?

Pendiri kopi kenangan ialah Edward dan James. Mereka adalah mahasiswa lulusan sebuah universita di Amerika dari jurusan bisnis. Meskipun memiliki latar belakang yang tinggi tidak membuat mereka langsung sukses. Nah, mari lihat kisah sukses kopi kenangan dari awal hingga akhir. Sebelum mendirikan kopi kenangan yang berjalan dengan sukses ini, ternyata pendirinya pernah mencicipi kegagalan loh.

Sebut saja salah satunya Edward, ia pernah mengalami kegagalan pada saar mendirikan Lewis & Carrol Tea (L&C). L&C sendiri merupakan brand yang menjual the seharga 40-60 ribu per cangkir. Nah, karena harga dari secangkir teh yang mahal itulah membuat sebagian orang kurang minat untuk membelinya. Sehingga hasilnya kurang sesuai harapan.

Namun, dengan kegagalan tersebut tidak membuat Edward trauma dan menyerah. Dengan belajar dari kesalahannyam ia berusaha mengamati tren penjualan di pasaran saat itu. Hingga ia akhirnya menyadari jika banyak orang yang suka menghabiskan waktunya untuk nongkrong sambil minum kopi. Dari situlah ia mencetuskan untuk membuat kafe yang menjual kopi lokal berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Karena pada saa itu, jumlah kafe masih sangat sedikit. Selain itu harga yang disajikan dalam kafe tersebut terbilang cukup mahal. Sebab, pasar kopi di Indonesia sendiri masih dikuasai merek kopi internasional. Dengan mengajak James, mereka menyiapkan berbagai hal untuk mendirikan kopi kenangan. Mulai dari memiliki biji kopi lokal pilihan dan membeli mesin kopi yang tepat. Selain itu Eward dan James juga merekrut beberapa karyawan untuk membantu mengelola bisnisnya.

Akhirnya café kopi kenangan ini dibuka pada tahun 2017. Kafe tersebut terletak di Menara Standard Chartered, Jakarta Selatan. Pada hari pertama pembukaan, kopi kenangan mendapatkan sambutan yang cukup antusias. Hal ini dibuktikannya dengan dijualnya 700 gelas kopi kenagan pada hari tersebut. Namun, atas dasar apa produk kopi yang didirikan Edward dan James dinamakan kopi kenanangan?

Merka sengaja memilih nama kopi kenangan agar terkesan lebih akrab kepada para pembeli. Terutama bagi anak muda, nama kenangan ini tentunya sangat merekat dengan kehidupannya. Tidak hanya nama brandnya saja yang terkesan unik. Namun, menu yang dijual pun tergolong unik dan receh. Terdapat lebih 20 jenis kopi dan minuman lainnya yang diberi nama yang terbilang unik ini.

Mulai dari kopi kenangan mantan, kopi kenangan masa lalu, kopi, lupakan dia, dan masih banyak lagi. Nama brand yang unik itu juga membuar para pembeli dengan sukarela mempromosikan menu kopi tersebut. Sehingga James dan Erdward bisa menghemat biaya marketing.  Nah, demikian kisah sukses kopi kenangan yang mana saat ini sudah memilik puluhan cabang yang tersebar di penjuru ibu kota.

Nah, bagi Anda yang baru ingin membuka usaha sendiri, Anda tidak perlu takut akan mengeluarkan modal yang besar. Sebab, terdapat beberapa bisnis dengan modal yang kecil. Misalnya membuat kedai minuman kekinian kecil-kecilan. Untuk membuat produknya sendiri, Anda dapat meminta bantuan jasa atau waralaba maklon produk minuman kekinian.

Nah, maklon produk minuman kekinian ini akan membantu Anda mulai dari pembuatan produk, pengemasan, pembuatan logo, hingga ijin penjualan dari BPOM. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan banyak modal dan waktu untuk memulai bisnis Anda.